Selasa, 21 Februari 2017

Semangat Baru Usai Lebaran
Oleh : Suginingsih
           Usai lebaran Semangat pun harus dikencangkan , tak ada kata malas untuk melakukan pekerjaan apapun. Setelah sebulan menahan nafsu dan dahaga,dan tibalah Hari Kemenangan itu untuk saling bermaaf-maafan . Kembalilah menjadi jiwa yang baru dan jiwa yang suci. Hilanglah sudah dosa antar manusia ketika saling berjabat tangan . Maka dari itu untuk hari kedepanya haruslah lebih baik dari hari sebelumnya.
Sukseskan masa depanmu selagi engkau masih muda kawan . Salam Sukses =))
Sekolah Favorit ?? Trus bagaimana kabar penghuninya ??
Oleh : Suginingsih
            Mungkin saat ini sekolah negeri yang menjadi prioritas sekolah favorit pertama . Berbagai alasan orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang favorit. Semangatnya adalah hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak ,alasan paling utama yakni karena ketidakmampuan soal pembiayaan untuk bersekolah di swasta , akan tetapi orang tua pun harus mengerti dan memahami kemampuan para anak-anaknya. Begitupun seorang anak haruslah mengerti seberapa kemampuan diri sendiri. Berhasil tidaknya siswa dalam bersekolah tergantung masing-masing siswa.  Apabila siswa bersekolah di sekolah yang favorit  sejagad apapun , bila mereka memiliki IQ yang rendah bahkan tak bisa menyesuaikan dengan siswa yang memiliki IQ dan prestasi yang sangat maksimal, maka selama bertahun-tahun sekolah mereka akan diposisikan sebagai orang yang tidak sukses. Inilah yang sangat disayangkan . Kesuksesan ini bukan karena mereka memang tidak mampu untuk sukses dan berprestasi , melainkan semata mata karena tidak dapat memenuhi ukuran sukses yang sebenarnya, yaitu ukuran sukses dan prestasi akademik. 
Nuansa Seni dan Budaya dalam Perayaan Hari Kemerdekaan
Oleh : Suginingsih
          Suasana Hari Kemerdekaan akan lebih bernuansa Nasionalisme ketika peringatan Hari Kemerdekaan dimeriahkan dengan menggelar seni dan pawai budaya Indonesia. Gelar seni dan pawai budaya dapat diikuti para siswa dan siswi dari SD,SMP,SMA/SMK, bahkan Perguruan Tinggi se-Indonesia, lebih lebih warga sekitar yang bekenan untuk ikut berpartisipasi. Untuk acara seni dapat diadakan lomba membaca puisi, menulis puisi, lomba berpidato, lomba bernyanyi lagu-lagu kebangsaan dan pawai dengan nuansa kepahlawanan dsb.
          Justru dengan seni budaya dapat meningkatkan nilai-nilai Kesatuan, jiwa Nasional dan dapat muncul sikap menghargai bangsa sendiri yaitu Bangsa Indonesia Tercinta!
 ***
“ Mawas Diri Menakar Berani ”
Oleh : Suginingsih
          Pentas wayang di Balairung Universitas PGRI Semarang pada hari selasa tanggal 20 Oktober 2015 yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni dari semester satu hingga semester atas yang di laksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Sebelumnya Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPGRIS juga telah melaksanakan lomba debat tiga bahasa yang sebelumnya juga mengadakan nonton bareng film “ Soekarno ”.
          Ribuan mahasiswa yang tak sabar menyaksikan pentas Wayang Kampung Sebelah , setelah kata sambutan dari Rektor Dr. Muhdi, S.H.,M.Hum dan ketua yayasan PGRI  Dr.Sudharto ,M.A , keduanya kemudian menyerahkan wayang tokoh kampret  kepada dalang Jliteng Suparman sebagai pertanda akan dimulainya pentas.  Membawakan lakon “Mawas Diri Menakar Berani” seluruh penonton dibawa larut dalam cerita , tawa, tegang hingga tersentak.
          Awal cerita penonton sudah dibuat terpingkal-pingkal dengan munculnya tokoh bernama Plungsur yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Bangunjiwo. Gaya bahasanya yang ingin terlihat intelek namun justru membingungkan mengingatkan penonton dengan aktor bernama Vicky Prasetyo.
          Singkat cerita Plungsur dan Somad bersaing ketat untuk menjadi orang nomor satu di Desa Bangunjiwo. Keduanya sama-sama menggunakan cara yang kurang baik , dari money politik hingga kecurangan dalam perhitungan.
          Somad keluar sebagai pemenang, untuk merayakanya ia pun mengundang artis-artis nasional sebagai hiburan untuk para pendukungnya . Raja dangdut Komaramari, penyanyi Minul Darah Tinggi , hingga artis papan atas Syahmarni. Kemudian mereka memberikan hiburan.
          Ki Jliteng memang piawai menggerakkan tanganya sehingga membuat benda mati seolah menjadi hidup. Cara menggitar dan bergoyang Koma Ramarimari misalnya yang memang nampak seperti Rhoma Irama yang sedang berparodi. Wayang Syahmarni yang memparodikan tokoh Syahrini. Lucu banget, gerakanya wayang bisa lentur mempresentasikan  sosok syahrini yang centil, sangat menghibur  pertunjukanya.
Tidak disangka ditengah pertunjukan yang asyik, pendukung Plungsur menghentikan pesta karena menemukan kecurangan dalam pemilihan Kepala Desa. Warga yang merasa terganggu karena hiburanya diganggu, dan pendukung Plungsur kemudian bentrok.
          Ki Jliteng sebelum pentas menjelaskan , keributan dalam masa pemilihan umum seolah menjadi hal yang biasa di Indonesia “Sebelum pemilu ribut , setelah pemilu ribut, mari kita mendinginkan pikiran jelang pilkada serentak nanti” terangnya kepada para Mahasiswa.
Pesan yang dapat diambil ialah menjelang Pilkada ,serentak kita harus memikirkan benar siapa tokoh yang patut dipilih . (*)

Pergaulan bebas


Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
            Kita tentu saja tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana terdapat kata “bebas” yaitu melewati batas-batas norma yang ada. Pergaulan bebas ini sering kita jumpai atau kita dengar baik dilingkungan sekitar maupun dari media masa. Pergaulan bebas ini sering dilakukan oleh para remaja dimana mereka yang masih labil terhadap emosinya, oleh karena itu rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar, atau dapat dikarenakan adanya masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas yang membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa, sedangkan remaja itu sendiri tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak lagi.
            Kesalahan yang sering dilakukan menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tua.
            Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 Tahun yang lalu, akibatnya, dijaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan pernyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan .Demikian pula dengan pacaran, keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.
            Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Pakar seks juga spesialis obstetri dan Ginekologi Dr.Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapakan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar 5% pada Tahun 1980an, menjadi 20% pada Tahun 2000. Kisaran angka tersebut, Kota Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin, bahkan dipulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada Tahun 2000 lalu tercatat remaja yang berhubungan seks pra nikah mencapai 29,9%. Remaja yang masuk kedalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 Tahun, dan umumnya masih Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada anak-anak yang dududk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
            Kita sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya malu melihat negara kita yang dikenal dunia dengan populasi mayoritas muslim terbesar, tetapi menjadi konsumen industri pornografi dan pornoaksi nomor dua setelah Rusia. Tak hanya itu, akses masyarakat Indonesia terhadap nama-nama sex idol (Bintang Porno) seperti Pamela Anderson dari Amerika Serikat atau Maria Ozawa alias Miyabi dari Jepang, terekam oleh google trends menempati peringkat 1 di dunia selama 3 Tahun berturut-turut sampe Tahun ini. Betapa ironisnya kondisi remaja kita saat ini.
            Bertolak dari fenomena yang memprihatinkan tentang seks bebas dikalangan remaja, pasti masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip yang kuat. Kepada pihak orang tua, berikan semua yang terbaik untuk anak tetapi tetap memperhatinkandalam membimbing dan mengarahkan remaja dengan memberikan pandanganyang benar mengenai pacaran agar terhindar dari seks bebas, kepada para remaja tingkatkanlah pengetahuan tentang segala perkembangan dengan tetap meningkatkan pula keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta belajar juga ikut ambil bagian dalam kegiatan yang positif dan kreatif dalam rangka menyalurkan menyalurkan dorongan bilogis secara langsung misalnya dengan kegiatan, keolahragaan, pecinta alam, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengembangkan potensi dan bakat masing-masing**
“MASA DEPAN PENDIDIKAN”
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakan. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.
Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan". Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi, demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya perpecahan.
Mempertimbangkan pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Hati seorang anak bagaikan sebuah plat fotografik yang tidak bergambar apa-apa, siap merefleksikan semua yang ditampakkan padanya.
Pendidikan masa kini ditujukan untuk mempersiapkan generasi masa depan bangsa. Untuk itu, pendidikan harus dikembangkan dengan membaca kebutuhan bangsa pada masa depan.
"Pendidikan merupakan fondasi kemajuan bangsa untuk meningkatkan produktivitas dan menanamkan nilai-nilai. Hasil pendidikan tidak seketika bisa kita lihat, tetapi dalam 10 tahun ke depan. Karena itu, kita harus pastikan pendidikan berjalan dengan baik dan bermutu," kata Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam pembukaan Rembuk Nasional (Rembuknas) Pendidikan dan Kebudayaan di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (30/3).
          Pada zaman sekarang pendidikan sangat penting untuk menunjang masa depan yang lebih baik, tapi pada kenyataanya masih banyak anak bangsa yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak, banyak anak-anak yang yang sudah bekerja karna keterbatasan ekonomi, sementara kita ketahui anak-anak itu adalah yang akan melanjutkan bangsa ini pada kedepannya, dan apa yang akan terjadi pada bangsa kita jika generasi penerusnya tidak mendapat pendidikan yang semestinya. Pendidikan bukan hanya sebatas di sekolah (formal) tapi pendidikan di luar sekolah (informal) juga diperlukan, seperti kursus, bimbel dan lain sebagainya. Orang tua harus mengambil andil besar dalam hal ini, seperti mengetahui apa minat dan bakat yang di miliki anaknya, kebanyakan orang tua akan memberikan pelajaran tambahan pada hal atau pelajaran yang tidak di kuasai oleh anaknya, padahal hausnya orang tua mengapresiasi pada nilai pelajaran yang selalu baik, karna mungkain itulah minat sang anak. Pendidikan di indonesia masih perlu dibenahi agar smakin baik di kedepannya, karna dengan pendidikan yang baik kan mampu mengubah negeri ini menjadi lebih baik pula, dalam kehidupan yang sebenarnya ada yang tidak mendapatkan pendidikan yang cukup tapi bisa sukses, akan tetapi alangkah baiknya jika kesuksesan itu di tunjang dengan pendidikan yang baik pula, agar dapat mengoptimalkan kesuksesan yang sudah di dapat. Pada realita kehidupan nyata ada orang yang tidak mengenyam pendidikan bisa sukses tapi itu hanya terjadi 1 : 1000, alangkah baiknya jika seluruh warga negara ini bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai untuk masa depannya, seperti di negara-negara maju yang sudah terjamin pendidikan dan sumber daya manusianya. Jika indonesia bisa memperbaiki permasalahan dalam dunia pendidikan, bukan hal yang mustahil indonesia dapat menjadi lebih baik dan bisa di sejajarkan dengan negara-negara maju, terutama dalam bidang pendidikan, dan mampu menciptakan sumberdaya manusia yang lebih baik dan hal itu akan membuat kesejahteraan kehidupan rakyat Indonesia. Pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang masa depan, terutama pada jaman sekarang, ilmu pengeahuan dan teknologi smakin bekembang dan canggih, jika kita tidak mempelajari IPTEK maka akan sulit mendapat pekerjaan yang sesuai kita inginkan, karna hampir semua pekerjaan membutuhkan itu. SOLUSI : Pemerintah harus memperbaiki pendidikan di indonesia, mulai dari sarana belajar, tenaga pengajar yang ahli, dan bentuan pendidikan (beasiswa) bagi masyarakat yang tidak mampu, sehingga semua lapisa masyarakat dapat mendapatkan pendidikan yang layak yang mampu menunjang kehidupan di kedepannya nanti, bukan hanya pemerintah yang berperan untuk memajukan pendidikan di indonesia tapi semua harus ikut ambil bagian dalam hal ini, seperti orang tua yang harus meperhatikan pendidikan anaknya,supaya menjamin masa depannya.
            Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian pembenahan terhadap segala persoalan yang dihadapi. Pembenahan itu dapat berupa pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas dan membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri. Perlu diidentifikasi unsur-unsur yang ada di daerah yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan, selain pemerintah daerah, misalnya kelompok pakar, paguyuban mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat daerah, perguruan tinggi, organisasi massa, organisasi politik, pusat penerbitan, studio radio/TV daerah, media masa/cetak daerah, situs internet, dan sanggar belajar.
                                                    
RONGGENG MELATI
Karya : Suginingsih
Indahnya sosok parasmu
Membuat semua terpana
Eloknya sosok tubuhmu
Hangatkan dinginya suasana
                   Ronggeng, itulah sebutanmu
                   Bagaikan bidadari bagi semua pria
                   Lenggak-lenggok tubuhmu
                   Membius malam nan indah bersamanya
Senyumu tebarkan goda
Dilarut malam tinggalkan bintang
Siapa mampu membelinya
Dialah mahar pemenang
                   Senyum palsu malam itu
                   Dia pertahankan demi mahar tertinggi
                   Hingga fajar kelabu
                   Bangunkan mimpi kelam yang tak bertepi, Ronggeng Keramat
                  
Tidak ada komentar:
PANGGUNG KERAMAT
Karya : Suginingsih
Tadi sore aku pergi
Naik anak tangga menelusuri gedung tinggi
Entah mengapa aku merasa
Sore itu adalah keramat bagi tumbuhnya sastra
                   Akupun sedikit terkejut, tapi aku
                   Membiarkanya mengadu
                   Aku anggap itu bahan aduan, meski
                   Tubuhku lesu, sendu rona nan semu
Perlahan ku masuk menuju ruang yang petang
Banyak laki-laki dan perempuan berebut minta kenyamanan
Entah mereka hendak duduk,atau hanya sekadar datang
Ah, akupun tak mau komentar, biarkan!
                   Setelah itu semua bersimpuh
                   Menatap panggung keramat
                   Hanya panggung sastra yang tumbuh
                   Untuk menambah gairah semangat
HARTA, TAHTA, WANITA
Karya : Suginingsih
Harta , Tahta, Wanita
Adalah ukuran keberhasilan pria
Hay tuan muda kaya raya
Janganlah dikau semena-mena dengan wanita
                   Hanya niat untuk memiliki
                   Wanita cantik nan merona
                   Seorang pria yang hanya pandai
                   Mengumbar rasa cinta juga setia
Tuan,
Bisakah kau berhenti dengan kebohongan?
Nona tahu apa yang kau rencanakan
Tak ada cinta dengan kesucian
Yang selamanya jauh akan keabadian
                   Jangan semena-mena dengan rasa
                   Karena, bila hati sudah seringkali kau buat terluka
                   Meski betapapun wanita mencinta
                   Ia tak kan memilihmu meski kau punya harta dan tahta



SELENDANG SUTRA
Karya : Suginingsih
Lentik jarimu bangkitkan gairah
Lincah gayamu hempaskan helai kain
Cantik wajahmu itulah anugerah
Sadari kau hanyalah pemain
                   Alunan musik iringi gerak-gerikmu
                   Suara gendhang hentakan kaki
                   Raut wajah gembira ketika bersamamu
                   Menikmati malam matikan sunyi
Selendang sutera yang kau pakai
Menghiur mereka dikala gundah
Tari ronggeng meliuk semampai
Memecah tawa hiburan meriah

Rambut Panjang

Rambut Panjang
Karya: Suginingsih
Larut malam hiburan berlangsung
Penari muda mencoba cairkan suasana
Sorak-sorak suara pria hidung belang
Musik iringi penari hingga ke singgasana
                   Rambut panjang bagaikan mahkota
                   Terurai lembut harumnya mewangi
                   Gendhang bertalu tanda penari berkuasa
                   Akan terus menari hingga malam sampai pagi
Suara ayam mulai terdengar
Pertanda pagi menjelang fajar
Sang penari mulai sadar bahwa tarianya harus berakhir
Dia meneguk minuman yang tersedia disegelas cangkir
                   Ia memicu stamina dengan minuman
                   Berharap dapat bertahan hingga fajarpun tiba
                   Penari ronggeng bertaruh waktu demi hiburan
                   Meski mengorbankan jiwa dan raga demi keluarga