PANGGUNG KERAMAT
Karya : Suginingsih
Tadi sore aku pergi
Naik anak tangga menelusuri
gedung tinggi
Entah mengapa aku merasa
Sore itu adalah keramat bagi
tumbuhnya sastra
Akupun sedikit terkejut, tapi aku
Membiarkanya mengadu
Aku anggap itu bahan aduan, meski
Tubuhku lesu, sendu rona nan semu
Perlahan ku masuk menuju
ruang yang petang
Banyak laki-laki dan
perempuan berebut minta kenyamanan
Entah mereka hendak
duduk,atau hanya sekadar datang
Ah, akupun tak mau komentar,
biarkan!
Setelah itu semua bersimpuh
Menatap panggung keramat
Hanya panggung sastra yang tumbuh
Untuk menambah gairah semangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar