Kiai Ababil
ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia
Tokoh Aku yang menceritakan tentang Kiai Ababil. Ia
adalah Kiai yang cukup kondang di Kota lahirnya, pernah seketika Kiai dimusuhi
Lekra karena pementasan sandiwara dan Kiai Ababil menentangnya.
Yang paling berkesan
dari Kiai Ababil adalah sarungnya. Banyak orang-orang yang berebut mencuci
sarungnya, sarung yang setiap hari dipakai. Tokoh aku adalah bagian dari
orang-orang yang ikut berebut mencuci sarung Kiai Ababil, Muncul rasa kepuasan
tersendiri ketika Aku berhasil mencuci sarungnya. Dengan cara licik sekalipun
dilakukan untuk dapat memenangkan sayembara mencuci sarung tersebut, tentu
berkepentingan untuk mencari muka didepan Kiai.
Kiai Ababil yang sekarang mudah percaya padaku. Aku juga
mengenali tamu-tamu kiai Ababil yang datang dari jauh-jauh , kedatanganya
berniat mulai untuk minta saran dan doa, meraih cita-cita dan nasib baik. Kiai
Ababil sering menerima souvenir beruba jam karena ujaranya yang khas tentang
waktu. Jam-jam pemberian para tamu itu dirawat dan diinvestasikan oleh para
santri dan aku
Banyak sekali keculasan yang dilakukan selama hidup
dipesantren, yaitu mengakses nama dan alamat tamu untuk kepentingan sendiri
yaitu dimintai uang sumbangan untuk pesantren modusnya. Namun uang itu dipakai
sendiri untuk berfoya-foya
Di usia muda Aku meninggalkan pesantren, tapi kini di
Usia tua Aku hanya meringkal di penjara karena keculasanya.