Selasa, 21 Februari 2017

Pergaulan bebas


Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
            Kita tentu saja tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana terdapat kata “bebas” yaitu melewati batas-batas norma yang ada. Pergaulan bebas ini sering kita jumpai atau kita dengar baik dilingkungan sekitar maupun dari media masa. Pergaulan bebas ini sering dilakukan oleh para remaja dimana mereka yang masih labil terhadap emosinya, oleh karena itu rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar, atau dapat dikarenakan adanya masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas yang membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa, sedangkan remaja itu sendiri tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak lagi.
            Kesalahan yang sering dilakukan menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tua.
            Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 Tahun yang lalu, akibatnya, dijaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan pernyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan .Demikian pula dengan pacaran, keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.
            Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Pakar seks juga spesialis obstetri dan Ginekologi Dr.Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapakan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar 5% pada Tahun 1980an, menjadi 20% pada Tahun 2000. Kisaran angka tersebut, Kota Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin, bahkan dipulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada Tahun 2000 lalu tercatat remaja yang berhubungan seks pra nikah mencapai 29,9%. Remaja yang masuk kedalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 Tahun, dan umumnya masih Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada anak-anak yang dududk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
            Kita sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya malu melihat negara kita yang dikenal dunia dengan populasi mayoritas muslim terbesar, tetapi menjadi konsumen industri pornografi dan pornoaksi nomor dua setelah Rusia. Tak hanya itu, akses masyarakat Indonesia terhadap nama-nama sex idol (Bintang Porno) seperti Pamela Anderson dari Amerika Serikat atau Maria Ozawa alias Miyabi dari Jepang, terekam oleh google trends menempati peringkat 1 di dunia selama 3 Tahun berturut-turut sampe Tahun ini. Betapa ironisnya kondisi remaja kita saat ini.
            Bertolak dari fenomena yang memprihatinkan tentang seks bebas dikalangan remaja, pasti masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip yang kuat. Kepada pihak orang tua, berikan semua yang terbaik untuk anak tetapi tetap memperhatinkandalam membimbing dan mengarahkan remaja dengan memberikan pandanganyang benar mengenai pacaran agar terhindar dari seks bebas, kepada para remaja tingkatkanlah pengetahuan tentang segala perkembangan dengan tetap meningkatkan pula keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta belajar juga ikut ambil bagian dalam kegiatan yang positif dan kreatif dalam rangka menyalurkan menyalurkan dorongan bilogis secara langsung misalnya dengan kegiatan, keolahragaan, pecinta alam, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengembangkan potensi dan bakat masing-masing**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar