Sabtu, 11 Maret 2017

Bersama Kesepian

Bersama Kesepian

Dengan kesepian hidupku akan tenang, member arti kehidupan, kebaikan dan kebebasan. Dengan kesepian aku dapat menerima, bertekad, berjuang dan memecahkan persoalan. Aku selalu meluapkan apapun dengan kesepian. Aku sering menyebut bapakku dengan tubuh gumpal. Tubuhnya bertato, bau mulutnya tidak enak, dan sering menakut-nakuti orang. Aku sangat tidak suka denganya. Sejak kecil, aku memang tidak suka denganya, aku lebih nyaman dengan kesepian.

Tubuh gumpal selalu membosankan, selalu pulang larut malam, mengamuk dan membanting apa saja disekitarnya.

Suatu ketika, aku diminta olehnya untuk menemui pipin, yaitu untuk melamarnya. Aku enggan menemui laki-laki itu yang sama sekali aku tidak menyukainya. Aku bergerak untuk meninggalkan tubuh gumpal, tapi semua nampak gagal, aku ditari dan dibawa kepada Pipin. Tanganya meremasi jemariku. Seperti ingin mati mendadak didekatnya.
Salah satu temanya membawa tali tambang untuk menangkap diriku namun aku berlari menuju kamar. Aku menuju kesepian itu datang. Tubuh gumpal dan Pipin mendobrak pintu kamarku untuk mencariku, biarlah mereka terus mencariku karena aku sudah menjadi kesepian yang berada sepanjang waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar