Sabtu, 11 Maret 2017

Cemani yang Tak Mau Pergi


Cemani yang Tak Mau Pergi
Cerpen Angelina Enny (Kompas, 26 Februari 2017)

Riza yang bingung ingin melepas si Itam pergi, namun hatinya berkata tidak. Tentang persoalan  Riza marah menyelimuti tubuhnya. Tentang dirinya, tentang orangtuanya, dan pada keadaan. Tentang Ayahnya yang mati meninggalkan utang, Ibunya yang sakit dan membutuhkan obat, dan mengapa ia harus dilahirkan sebagai anak pertama yang menanggung semuanya? Dua adiknya yang butuh sekolah.
Suatu ketika Datuk datang membujuk Riza untuk menjual ayamnya, perihal petunjuk Mak Etek tentang ladangnya yang sudah dua kali gagal panen.

Karena ladangnya ladangnya yang diserang tikus, Mak Etek member saran kepada Datuk untuk mengadakan ruwatan yaitu menyembelih seekor cemani dewasa, harus jantan, berlidah, dan berdarah hitam. Darahnya lah yang akan menjaga ladangnya.
            Satu-satunya orang didusun itu yang mempunyai ayam cemani adalah Riza. Namun Riza ini nampak sayang sekali pada ayamnya. Meskipun ia tahu bahwa Ibunya sakit keras dan membutuhkan uang untuk obat.
Riza tidak punya niatan untuk menjual ayam cemaninya meskipun diberi harga yang tinggi oleh  Datuk. Bagi Riza si Itam sudah seperti sahabatnya sendiri dan ayam itu memang seperti mengenal dirinya. Riza menemukan si itam di aliran sungai kecil dekat Bukit Tui, seminggu setelah peristiwa mengenaskan yang menimpa Ayahnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar