Cemani yang Tak Mau Pergi
Cerpen Angelina Enny (Kompas,
26 Februari 2017)
Riza yang bingung ingin melepas si Itam pergi,
namun hatinya berkata tidak. Tentang persoalan
Riza marah menyelimuti tubuhnya. Tentang dirinya, tentang orangtuanya,
dan pada keadaan. Tentang Ayahnya yang mati meninggalkan utang, Ibunya yang
sakit dan membutuhkan obat, dan mengapa ia harus dilahirkan sebagai anak
pertama yang menanggung semuanya? Dua adiknya yang butuh sekolah.
Suatu ketika Datuk datang membujuk Riza untuk
menjual ayamnya, perihal petunjuk Mak Etek tentang ladangnya yang sudah dua
kali gagal panen.
Karena ladangnya ladangnya yang diserang tikus, Mak Etek member
saran kepada Datuk untuk mengadakan ruwatan yaitu menyembelih seekor cemani
dewasa, harus jantan, berlidah, dan berdarah hitam. Darahnya lah yang akan
menjaga ladangnya.
Satu-satunya
orang didusun itu yang mempunyai ayam cemani adalah Riza. Namun Riza ini nampak
sayang sekali pada ayamnya. Meskipun ia tahu bahwa Ibunya sakit keras dan
membutuhkan uang untuk obat.
Riza tidak punya niatan untuk menjual ayam
cemaninya meskipun diberi harga yang tinggi oleh Datuk. Bagi Riza si Itam sudah seperti
sahabatnya sendiri dan ayam itu memang seperti mengenal dirinya. Riza menemukan
si itam di aliran sungai kecil dekat Bukit Tui, seminggu setelah peristiwa
mengenaskan yang menimpa Ayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar