Sabtu, 11 Maret 2017

Kiai Ababil



Kiai Ababil
ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia

            Tokoh Aku yang menceritakan tentang Kiai Ababil. Ia adalah Kiai yang cukup kondang di Kota lahirnya, pernah seketika Kiai dimusuhi Lekra karena pementasan sandiwara dan Kiai Ababil menentangnya.

Yang paling berkesan dari Kiai Ababil adalah sarungnya. Banyak orang-orang yang berebut mencuci sarungnya, sarung yang setiap hari dipakai. Tokoh aku adalah bagian dari orang-orang yang ikut berebut mencuci sarung Kiai Ababil, Muncul rasa kepuasan tersendiri ketika Aku berhasil mencuci sarungnya. Dengan cara licik sekalipun dilakukan untuk dapat memenangkan sayembara mencuci sarung tersebut, tentu berkepentingan untuk mencari muka didepan Kiai.
            Kiai Ababil yang sekarang mudah percaya padaku. Aku juga mengenali tamu-tamu kiai Ababil yang datang dari jauh-jauh , kedatanganya berniat mulai untuk minta saran dan doa, meraih cita-cita dan nasib baik. Kiai Ababil sering menerima souvenir beruba jam karena ujaranya yang khas tentang waktu. Jam-jam pemberian para tamu itu dirawat dan diinvestasikan oleh para santri dan aku
            Banyak sekali keculasan yang dilakukan selama hidup dipesantren, yaitu mengakses nama dan alamat tamu untuk kepentingan sendiri yaitu dimintai uang sumbangan untuk pesantren modusnya. Namun uang itu dipakai sendiri untuk berfoya-foya
            Di usia muda Aku meninggalkan pesantren, tapi kini di Usia tua Aku hanya meringkal di penjara karena keculasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar